Kamis, 16 April 2015

ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM DUNIA IT

NAMA  : Muhammad Naufal Abiyyu
NPM  : 14111910
KELAS : 4KA38
Mata Kuliah : Etika & Profesionalisme TSI

A.      ETIKA
Etika adalah: Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.


Etika IT adalah hal-hal atau aturan-aturan yang menilai antara benar dan salah, kesopanan dalam dunia IT. Etika IT dibentuk dari suatu kultur atau budaya, jadi setiap daerah bisa memiliki etika yang berbeda.
Jenis- jenis isu dalam etika IT :
  1. Privasi : rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
  2. Akurasi : autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan
  3.  Property : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
  4. Aksesibilitas : hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Alasan mengenai pentingnya etika dalam teknologi informasi adalah sebagai berikut :
  1. Bahwa pengguna teknologi informasi berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa   dan adat istiadat yang berbeda-beda.
  2. Pengguna teknologi informasi merupakan orang–orang yang hidup dalam dunia anonymouse, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
  3. Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam kemajuan teknologi informasi memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga pengguna yang suka iseng dengan melakukan hal–hal yang tidak seharusnya dilakukan.
  4. Harus diperhatikan bahwa pengguna teknologi informasi akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru.
Pelanggaran etika dalam dunia IT sering kali terjadi dari dulu hingga sekarang.Seperti, pencurian data secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik atau disebut juga dengan istilah "Cyber Terrorist". Berikut adalah beberapa contoh kegiatan cyber terrorist di manca negara antara lain, di Amerika Serikat, pada bulan Februari 1998 terjadi serangan (breaks-in or attack) sebanyak 60 kali perminggunya melalui media Internet terhadap 11 jaringan komputer militer di Pentagon. Dalam cyber attack ini yang menjadi target utama para cyber terrorist adalah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD). Di Srilanka, pada bulan Agustus 1997, sebuah organisasi yang bernama the Internet Black Tigers yang berafiliasi kepada gerakan pemberontak Macan Tamil (the Liberation Tigers of Tamil Eelam) menyatakan bertanggung jawab atas kejahatan email (email bombing, email harrasment, email spoofing, etc.) yang menimpa beberapa kedutaan serta kantor perwakilan pemerintah Srilanka di manca negara.
Teknologi bisa menjadi pedang bermata dua. Satu keuntungan besar dari sistem komputer
adalah kemudahan menganalisis, kemudahan mengirimkan, dan berbagai pakai informasi digital
dengan banyak user, namun pada saat yang sama kemampuan ini juga menciptakan peluang-peluang
baru untuk berlawanan dengan hukum yang berlaku atau merugikan orang lain disisi lain
perlindungan atas kerahasiaan pribadi dan hak milik intelektual sedang menjadi sorotan dan
wacana yang selalu mucul dan hilang begitu saja. Sebagai warga masyarakat yang
berkesadaran sosial, kita ingin melakukan apa yang benar secara moral,etika dan menurut
hukum. Salah satu contoh yang sering melanggar etika dalam bidang IT yaitu pengguna internet.
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:
  • Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
  • Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.
  • Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (ilegal)  di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
  • Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
  • Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
  • Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
  • Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumberdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
  • Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat internet umumnya dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.
  • Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.
            B.      PROFESIONALISME
Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti bersifat profesi, memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, beroleh bayaran karena keahliannya itu.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa profesionalisme memiliki dua criteria pokok, yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Artinya seseorang dapat dikatakan memiliki profesionalisme manakala memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan hidupnya.
Teknologi informasi merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner (seperti perkembangan perangkat keras) maupun yang lebih bersifat evolusioner (seperti perkembangan perangkat lunak). Hal itu mengakibatkan bahwa pekerjaan di bidang teknologi informasi menjadi suatu pekerjaan dimana pelakunya harus terus mengembangkan ilmu yang dimilikinya untuk mengikuti perkembangan.
Dalam menjalankan profesinya seseorang yang bekerja dalam bidang TI harus memiliki beberapa persyaratan profesionalisme seperti :
1.       Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya,
2.       Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis,
3.       Pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan.
Dengan adanya persyaratan profesionalisme tersebut, perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan tenaga-tenaga profesional yang memiliki kepribadian matang dan berkembang, penguasaan ilmu yang kuat, dan keterampilan.
Dalam bidang IT, kompetensi profesionalisme dibagi menjadi beberapa bagian :
1.       Ketrampilan Pendukung Solusi IT
·         Instalasi dan konfigurasi os (Windows/Linux)
·         Memasang dan mengkonfigurasi Mail Server, FTP Server dan Web Server
·         Menghubungkan perangkat keras
·         Programming
2.       Ketrampilan Pengguna IT
·         Kemampuan pengoperasian perangkat keras
·         Administer dan konfigurasi os yang mendukung network
·         Administer perangkat keras
·         Administer dan mengelola network security
·         Administer dan mengelola database
·         Mengelola network security
·         Membuat aplikasi berbasis desktop atau web dengan multimedia
3.       Pengetahuan di Bidang IT
·         Pengetahuan dasar perangkat keras, memahami organisasi dan arsitektur komputer.
·         Dasar-dasar telekomunikasi. Mengenal perangkat keras komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya.
·         Bisnis internet. Mengenal berbagai jenis bisnis internet.

Kamis, 24 Oktober 2013

Smartphone Geser Feature Phone, Android Kian Mendominasi

     Jika bicara pasar perangkat mobile, penjualannya bisa dibilang terus mengalami peningkatan. Namun, ada hal menarik yang patut dicatat bahwa serbuan smartphone terasa makin intens seiring dengan tambah panasnya persaingan vendor dan sistem operasi mobile.
Patut dicatat bahwa selama bertahun-tahun feature phone merupakan perangkat mobile yang paling banyak dibeli. Kini kondisi berubah karena penjualan smartphone sudah berhasil melampaui feature phone.
Menurut studi yang dilakukan lembaga riset Gartner, penjualan smartphone berhasil mengungguli feature phone. Gartner mencatat jika dari penjualan 435 juta unit ponser secara global per kuartal kedua tahun ini sekitar 51,8 persen merupakan kategori ponser cerdas alias smartphone. Sementara penjualan sisanya yaitu feature phone tercatat hanya 210 juta unit.
Dari riset tersebut terkuat data jika penjualan smartphone berhasil melejit sampai 46,5 persen. Sementara penjualan feature phone justru mengalami penurunan 21 persen. “Untuk pertama kalinya penjualan smartphone melampaui feature phone,” ungkap Anshul Gupta dari Gartner melalui keterangan tertulisnya.

Android menjadi salah satu penyuplai terbesar dari penjualan smartphone global. Bahkan, di kala Android terus melejit, pesaingnya iOS, mengalami penurunan. Hebatnya lagi, penjualan Android lagi-lagi mencatat rekor baru di kuartal kedua tahun ini. Nyaris 80 persen market share di seluruh dunia dikuasai oleh si “Robot Hijau” atau Android.

Selasa, 15 Oktober 2013

PENDAPAT MENGENAI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PERKULIAHAN


NAMA                         :           MUHAMMAD NAUFAL ABIYYU

KELAS                          :           3KA38

NPM                            :           14111910

TUJUAN PENULISAN  :           DESKRIPTIF

 

PENDAHULUAN

Dalam perkuliahan semester 5 ini, saya mendapatkan Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Gunadarma. Tujuan dan fungsi khusus pembelajaran dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia ini adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah. Menurut salah satu sumber ada beberapa faktor atau aspek supaya tujuan dan fungsi khusus di atas dapat tercapai, yaitu:

1.      Ragam bahasa

2.      Ejaan

3.      Diksi

4.      Kalimat

5.      Alinea

6.      Perencanaan penulisan karangan ilmiah

7.      Kerangka karangan

8.      Kutipan dan catatan kaki

9.      Abstrak dan daftar pustaka.

Menurut saya, ke-sembilan aspek atau faktor yang ada di atas dapat memenuhi tujuan maupun kebutuhan yang diperlukan demi tercapainya tujuan yang dijelaskan di atas tadi. Berikut alasannya mengapa saya setuju dengan sembilan aspek tersebut.

            Aspek yang pertama yaitu ragam bahasa. Pertama apa sih arti dari ragam bahasa? Ragam bahasa sendiri artinya adalah variasi dalam pemakaian bahasa, yaitu perbedaan penutur, media, situasi, dan bidang. Nah, tiap-tiap individu pasti mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa, itulah yang dimaksud dengan perbedaan tutur kata bahasa. Sedangkan perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan juga ragam bahasa yang digunakan sehingga bahasa yang tertulis berbeda dengan bahasa lisan. Situasi pada saat pembicaraan yang dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan sangat berbeda dengan situasi yang formal atau resmi. Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang berbeda pula, contohnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.

            Aspek yang kedua adalah ejaan. Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ucapan dan bagaimana hubungan antar lambang-lambang itu. Ejaan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan di atas karena ejaan adalah bagaimana kita menulis huruf, menulis kata dan memakai tanda baca dengan baik. Ejaan ini dapat mencerminkan dari bahasa mana sebuah kata dipinjam.

            Kemudian faktor ketiga yaitu diksi. Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Penguasaan dalam pengolahan kata merupakan kunci utama untuk berucap dengan indah, enak didengar dan idenya yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Supaya mampu mendapatkan kata agar dalam pembacaan dan pengertiaannya tepat makanya dibutuhkan aspek diksi dalam berbahasa.

            Faktor keempat yaitu kalimat. Kalimat yaitu gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Dalam berbahasa dengan baik sangat dibutuhkan kalimat yang baik penyusunan atau penggabungannya, karena dengan penggabungan kata yang baik secara otomatis kalimat dapat dengan mudah dimengerti.

            Alinea adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan yang merupakan hasil dari sebuah gagasan. Dalam berbahasa Indonesia tema atau gagasan atau pokok pikiran sangat dibutuhkan karena dengan gagasan inti ini dapat ditangkap maksud dari pembicaraan tersebut.

            Antara perencanaan penulisan suatu karangan ilmiah, dan kerangka karangan, kutipan dan catatan kaki serta abstrak dan daftar pustaka mempunyai hubungan yang erat karena keempat aspek tersebut saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Misalnya ketika seseorang ingin membuat karangan ilmiah dia terlebih dahulu harus membuat kerangka karangannya. Karena dengan kerangka karangan ini penulis dapat membuat judul dan konsep dan lainnya yang berhubungan dengan penulisan karangan ilmiahnya. Kutipan artinya gagasan, ide, pendapat yang diambil dari bermacam sumber. Proses mengambil gagasan itu disebut mengutip. Mengapa perlu kutipan dalam tulisan ilmiah? Kutipan adalah penguatan argumentasi dalam sebuah karangan sehingga penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, dia cukup mengutip karya orang lain tersebut. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki penting dalam penulisan karangan ilmiah karena penulis karangan dapat memberikan keterangan ataupun komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyusunan daftar bacaan. Abstrak merupakan bagian yang menjelaskan pokok masalah dalam karya ilmiah. Abstrak adalah bagian yang sangat erat hubungannya dengan karya ilmiah karena abstrak bertujuan untuk menjelaskan tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah kepada pembaca secara singkat. Sedangkan daftar pustaka adalah halaman yang isinya berupa daftar sumber referensi yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah. Penting dalam suatu penulisan karya ilmiah karena dengan daftar pustaka, penulis dapat memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah dan sumber referensi lainnya secara keseluruhan. Selain itu pembaca karangan ilmiah tersebut dapat mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dengan mencarinya lewat bantuan daftar pustaka.

            Kesimpulannya semua kesembilan aspek di atas sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan “mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah” karena kesembilan aspek di atas mempunyai hubungan yang saling mengisi atau berhubungan antara satu aspek dengan aspek yang lainnya sesuai yang telah dijelaskan di atas.

PENDAPAT MENGENAI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PERKULIAHAN


NAMA                         :           MUHAMMAD NAUFAL ABIYYU

KELAS                          :           3KA38

NPM                            :           14111910

TUJUAN PENULISAN  :           DESKRIPTIF

 

PENDAHULUAN

Dalam perkuliahan semester 5 ini, saya mendapatkan Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Gunadarma. Tujuan dan fungsi khusus pembelajaran dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia ini adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah. Menurut salah satu sumber ada beberapa faktor atau aspek supaya tujuan dan fungsi khusus di atas dapat tercapai, yaitu:

1.      Ragam bahasa

2.      Ejaan

3.      Diksi

4.      Kalimat

5.      Alinea

6.      Perencanaan penulisan karangan ilmiah

7.      Kerangka karangan

8.      Kutipan dan catatan kaki

9.      Abstrak dan daftar pustaka.

Menurut saya, ke-sembilan aspek atau faktor yang ada di atas dapat memenuhi tujuan maupun kebutuhan yang diperlukan demi tercapainya tujuan yang dijelaskan di atas tadi. Berikut alasannya mengapa saya setuju dengan sembilan aspek tersebut.

            Aspek yang pertama yaitu ragam bahasa. Pertama apa sih arti dari ragam bahasa? Ragam bahasa sendiri artinya adalah variasi dalam pemakaian bahasa, yaitu perbedaan penutur, media, situasi, dan bidang. Nah, tiap-tiap individu pasti mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa, itulah yang dimaksud dengan perbedaan tutur kata bahasa. Sedangkan perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan juga ragam bahasa yang digunakan sehingga bahasa yang tertulis berbeda dengan bahasa lisan. Situasi pada saat pembicaraan yang dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan sangat berbeda dengan situasi yang formal atau resmi. Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang berbeda pula, contohnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.

            Aspek yang kedua adalah ejaan. Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ucapan dan bagaimana hubungan antar lambang-lambang itu. Ejaan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan di atas karena ejaan adalah bagaimana kita menulis huruf, menulis kata dan memakai tanda baca dengan baik. Ejaan ini dapat mencerminkan dari bahasa mana sebuah kata dipinjam.

            Kemudian faktor ketiga yaitu diksi. Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Penguasaan dalam pengolahan kata merupakan kunci utama untuk berucap dengan indah, enak didengar dan idenya yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Supaya mampu mendapatkan kata agar dalam pembacaan dan pengertiaannya tepat makanya dibutuhkan aspek diksi dalam berbahasa.

            Faktor keempat yaitu kalimat. Kalimat yaitu gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Dalam berbahasa dengan baik sangat dibutuhkan kalimat yang baik penyusunan atau penggabungannya, karena dengan penggabungan kata yang baik secara otomatis kalimat dapat dengan mudah dimengerti.

            Alinea adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan yang merupakan hasil dari sebuah gagasan. Dalam berbahasa Indonesia tema atau gagasan atau pokok pikiran sangat dibutuhkan karena dengan gagasan inti ini dapat ditangkap maksud dari pembicaraan tersebut.

            Antara perencanaan penulisan suatu karangan ilmiah, dan kerangka karangan, kutipan dan catatan kaki serta abstrak dan daftar pustaka mempunyai hubungan yang erat karena keempat aspek tersebut saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Misalnya ketika seseorang ingin membuat karangan ilmiah dia terlebih dahulu harus membuat kerangka karangannya. Karena dengan kerangka karangan ini penulis dapat membuat judul dan konsep dan lainnya yang berhubungan dengan penulisan karangan ilmiahnya. Kutipan artinya gagasan, ide, pendapat yang diambil dari bermacam sumber. Proses mengambil gagasan itu disebut mengutip. Mengapa perlu kutipan dalam tulisan ilmiah? Kutipan adalah penguatan argumentasi dalam sebuah karangan sehingga penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, dia cukup mengutip karya orang lain tersebut. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki penting dalam penulisan karangan ilmiah karena penulis karangan dapat memberikan keterangan ataupun komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyusunan daftar bacaan. Abstrak merupakan bagian yang menjelaskan pokok masalah dalam karya ilmiah. Abstrak adalah bagian yang sangat erat hubungannya dengan karya ilmiah karena abstrak bertujuan untuk menjelaskan tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah kepada pembaca secara singkat. Sedangkan daftar pustaka adalah halaman yang isinya berupa daftar sumber referensi yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah. Penting dalam suatu penulisan karya ilmiah karena dengan daftar pustaka, penulis dapat memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah dan sumber referensi lainnya secara keseluruhan. Selain itu pembaca karangan ilmiah tersebut dapat mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dengan mencarinya lewat bantuan daftar pustaka.

            Kesimpulannya semua kesembilan aspek di atas sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan “mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah” karena kesembilan aspek di atas mempunyai hubungan yang saling mengisi atau berhubungan antara satu aspek dengan aspek yang lainnya sesuai yang telah dijelaskan di atas.

PENDAPAT MENGENAI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PERKULIAHAN


NAMA                         :           MUHAMMAD NAUFAL ABIYYU

KELAS                          :           3KA38

NPM                            :           14111910

TUJUAN PENULISAN  :           DESKRIPTIF

 

PENDAHULUAN

Dalam perkuliahan semester 5 ini, saya mendapatkan Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Gunadarma. Tujuan dan fungsi khusus pembelajaran dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia ini adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah. Menurut salah satu sumber ada beberapa faktor atau aspek supaya tujuan dan fungsi khusus di atas dapat tercapai, yaitu:

1.      Ragam bahasa

2.      Ejaan

3.      Diksi

4.      Kalimat

5.      Alinea

6.      Perencanaan penulisan karangan ilmiah

7.      Kerangka karangan

8.      Kutipan dan catatan kaki

9.      Abstrak dan daftar pustaka.

Menurut saya, ke-sembilan aspek atau faktor yang ada di atas dapat memenuhi tujuan maupun kebutuhan yang diperlukan demi tercapainya tujuan yang dijelaskan di atas tadi. Berikut alasannya mengapa saya setuju dengan sembilan aspek tersebut.

            Aspek yang pertama yaitu ragam bahasa. Pertama apa sih arti dari ragam bahasa? Ragam bahasa sendiri artinya adalah variasi dalam pemakaian bahasa, yaitu perbedaan penutur, media, situasi, dan bidang. Nah, tiap-tiap individu pasti mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa, itulah yang dimaksud dengan perbedaan tutur kata bahasa. Sedangkan perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan juga ragam bahasa yang digunakan sehingga bahasa yang tertulis berbeda dengan bahasa lisan. Situasi pada saat pembicaraan yang dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan sangat berbeda dengan situasi yang formal atau resmi. Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang berbeda pula, contohnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.

            Aspek yang kedua adalah ejaan. Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ucapan dan bagaimana hubungan antar lambang-lambang itu. Ejaan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan di atas karena ejaan adalah bagaimana kita menulis huruf, menulis kata dan memakai tanda baca dengan baik. Ejaan ini dapat mencerminkan dari bahasa mana sebuah kata dipinjam.

            Kemudian faktor ketiga yaitu diksi. Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Penguasaan dalam pengolahan kata merupakan kunci utama untuk berucap dengan indah, enak didengar dan idenya yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Supaya mampu mendapatkan kata agar dalam pembacaan dan pengertiaannya tepat makanya dibutuhkan aspek diksi dalam berbahasa.

            Faktor keempat yaitu kalimat. Kalimat yaitu gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Dalam berbahasa dengan baik sangat dibutuhkan kalimat yang baik penyusunan atau penggabungannya, karena dengan penggabungan kata yang baik secara otomatis kalimat dapat dengan mudah dimengerti.

            Alinea adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan yang merupakan hasil dari sebuah gagasan. Dalam berbahasa Indonesia tema atau gagasan atau pokok pikiran sangat dibutuhkan karena dengan gagasan inti ini dapat ditangkap maksud dari pembicaraan tersebut.

            Antara perencanaan penulisan suatu karangan ilmiah, dan kerangka karangan, kutipan dan catatan kaki serta abstrak dan daftar pustaka mempunyai hubungan yang erat karena keempat aspek tersebut saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Misalnya ketika seseorang ingin membuat karangan ilmiah dia terlebih dahulu harus membuat kerangka karangannya. Karena dengan kerangka karangan ini penulis dapat membuat judul dan konsep dan lainnya yang berhubungan dengan penulisan karangan ilmiahnya. Kutipan artinya gagasan, ide, pendapat yang diambil dari bermacam sumber. Proses mengambil gagasan itu disebut mengutip. Mengapa perlu kutipan dalam tulisan ilmiah? Kutipan adalah penguatan argumentasi dalam sebuah karangan sehingga penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, dia cukup mengutip karya orang lain tersebut. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki penting dalam penulisan karangan ilmiah karena penulis karangan dapat memberikan keterangan ataupun komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyusunan daftar bacaan. Abstrak merupakan bagian yang menjelaskan pokok masalah dalam karya ilmiah. Abstrak adalah bagian yang sangat erat hubungannya dengan karya ilmiah karena abstrak bertujuan untuk menjelaskan tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah kepada pembaca secara singkat. Sedangkan daftar pustaka adalah halaman yang isinya berupa daftar sumber referensi yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah. Penting dalam suatu penulisan karya ilmiah karena dengan daftar pustaka, penulis dapat memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah dan sumber referensi lainnya secara keseluruhan. Selain itu pembaca karangan ilmiah tersebut dapat mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dengan mencarinya lewat bantuan daftar pustaka.

            Kesimpulannya semua kesembilan aspek di atas sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan “mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah” karena kesembilan aspek di atas mempunyai hubungan yang saling mengisi atau berhubungan antara satu aspek dengan aspek yang lainnya sesuai yang telah dijelaskan di atas.

PENDAPAT MENGENAI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PERKULIAHAN


NAMA                         :           MUHAMMAD NAUFAL ABIYYU

KELAS                          :           3KA38

NPM                            :           14111910

TUJUAN PENULISAN  :           DESKRIPTIF

 

PENDAHULUAN

Dalam perkuliahan semester 5 ini, saya mendapatkan Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Gunadarma. Tujuan dan fungsi khusus pembelajaran dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia ini adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah. Menurut salah satu sumber ada beberapa faktor atau aspek supaya tujuan dan fungsi khusus di atas dapat tercapai, yaitu:

1.      Ragam bahasa

2.      Ejaan

3.      Diksi

4.      Kalimat

5.      Alinea

6.      Perencanaan penulisan karangan ilmiah

7.      Kerangka karangan

8.      Kutipan dan catatan kaki

9.      Abstrak dan daftar pustaka.

Menurut saya, ke-sembilan aspek atau faktor yang ada di atas dapat memenuhi tujuan maupun kebutuhan yang diperlukan demi tercapainya tujuan yang dijelaskan di atas tadi. Berikut alasannya mengapa saya setuju dengan sembilan aspek tersebut.

            Aspek yang pertama yaitu ragam bahasa. Pertama apa sih arti dari ragam bahasa? Ragam bahasa sendiri artinya adalah variasi dalam pemakaian bahasa, yaitu perbedaan penutur, media, situasi, dan bidang. Nah, tiap-tiap individu pasti mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa, itulah yang dimaksud dengan perbedaan tutur kata bahasa. Sedangkan perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan juga ragam bahasa yang digunakan sehingga bahasa yang tertulis berbeda dengan bahasa lisan. Situasi pada saat pembicaraan yang dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan sangat berbeda dengan situasi yang formal atau resmi. Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang berbeda pula, contohnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.

            Aspek yang kedua adalah ejaan. Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ucapan dan bagaimana hubungan antar lambang-lambang itu. Ejaan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan di atas karena ejaan adalah bagaimana kita menulis huruf, menulis kata dan memakai tanda baca dengan baik. Ejaan ini dapat mencerminkan dari bahasa mana sebuah kata dipinjam.

            Kemudian faktor ketiga yaitu diksi. Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Penguasaan dalam pengolahan kata merupakan kunci utama untuk berucap dengan indah, enak didengar dan idenya yang disampaikan pembicara atau penulis dapat dipahami dengan baik. Supaya mampu mendapatkan kata agar dalam pembacaan dan pengertiaannya tepat makanya dibutuhkan aspek diksi dalam berbahasa.

            Faktor keempat yaitu kalimat. Kalimat yaitu gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Dalam berbahasa dengan baik sangat dibutuhkan kalimat yang baik penyusunan atau penggabungannya, karena dengan penggabungan kata yang baik secara otomatis kalimat dapat dengan mudah dimengerti.

            Alinea adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan yang merupakan hasil dari sebuah gagasan. Dalam berbahasa Indonesia tema atau gagasan atau pokok pikiran sangat dibutuhkan karena dengan gagasan inti ini dapat ditangkap maksud dari pembicaraan tersebut.

            Antara perencanaan penulisan suatu karangan ilmiah, dan kerangka karangan, kutipan dan catatan kaki serta abstrak dan daftar pustaka mempunyai hubungan yang erat karena keempat aspek tersebut saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Misalnya ketika seseorang ingin membuat karangan ilmiah dia terlebih dahulu harus membuat kerangka karangannya. Karena dengan kerangka karangan ini penulis dapat membuat judul dan konsep dan lainnya yang berhubungan dengan penulisan karangan ilmiahnya. Kutipan artinya gagasan, ide, pendapat yang diambil dari bermacam sumber. Proses mengambil gagasan itu disebut mengutip. Mengapa perlu kutipan dalam tulisan ilmiah? Kutipan adalah penguatan argumentasi dalam sebuah karangan sehingga penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, dia cukup mengutip karya orang lain tersebut. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki penting dalam penulisan karangan ilmiah karena penulis karangan dapat memberikan keterangan ataupun komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyusunan daftar bacaan. Abstrak merupakan bagian yang menjelaskan pokok masalah dalam karya ilmiah. Abstrak adalah bagian yang sangat erat hubungannya dengan karya ilmiah karena abstrak bertujuan untuk menjelaskan tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah kepada pembaca secara singkat. Sedangkan daftar pustaka adalah halaman yang isinya berupa daftar sumber referensi yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah. Penting dalam suatu penulisan karya ilmiah karena dengan daftar pustaka, penulis dapat memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah dan sumber referensi lainnya secara keseluruhan. Selain itu pembaca karangan ilmiah tersebut dapat mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dengan mencarinya lewat bantuan daftar pustaka.

            Kesimpulannya semua kesembilan aspek di atas sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan “mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulisan sebagai sarana pengungkap gagasan ilmiah” karena kesembilan aspek di atas mempunyai hubungan yang saling mengisi atau berhubungan antara satu aspek dengan aspek yang lainnya sesuai yang telah dijelaskan di atas.